• 024-7474754 (current)
  • fsm@undip.ac.id
    ``````
  • Visitor
  • Unduh
  • Pilih Bahasa :
    Bahasa Arab Bahasa Bengal Bahasa Brazil Portugis Bahasa Inggris Bahasa Spanyol Bahasa Jerman Bahasa Indonesia Bahasa Jepang Bahasa Melayu Bahasa Persia Bahasa Rusia Bahasa Thailand Bahasa Turki Bahasa Urdu

Perpustakaan Fakultas Sains Matematika

Universitas Diponegoro

  • Berita
  • Profil
    Profil Singkat Struktur Organisasi Sambutan Kepala Perpustakaan Pustakawan Kontak
  • E-Resources
    Indonesiana
    • Batavia Digital
    • Candi di Indonesia
    • Dokumentasi Perfilman Indonesia
    • Dokumentasi Sastra Indonesia
    • Kepustakaan Presiden RI
    • Keraton Nusantara
    • Pernaskahan Nusantara
    • Pusaka Indonesia
    • Kepustakaan Tokoh Pahlawan P. Diponegoro
    • Kepustakaan Tokoh Pahlawan Jenderal Soedirman
    • Kepustakaan Tokoh Perfilman
    • Khasanah Pustaka Nusantara
    • Perpuspedia
    • Literasi Kanker Indonesia
    Pencarian
    • Indonesia One Search
    • DOAJ
    • Google Scholar
    • Scopus
    • JDIH
    • Bibliografi Nasional Indonesia
    • Katalog Induk Nasional
    • KINK Kemenkes
    • R2KN Kemenkes
    Alat & Sumber Belajar
    • Mendeley
    • Perpustakaan Digital
    • TED
    • Google Experiments
    • Sumber Belajar Kemdikbud
    • Ebook
    Pustaka Kami
    • Jurnal Nasional
    • Jurnal Internasional
    • Jurnal Dilanggan
    • Prosiding
    • Modul Bahan Ajar
  • Panduan
    Perpustakaan Layanan FAQ Penulisan Penelusuran Informasi Akses Internet Koleksi
  • Layanan
    Daftar Anggota Online Sirkulasi Referensi dan Serial Bebas Pinjam Kartu Sakti
  • Area Anggota

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN Pencarian Spesifik

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}
No image available for this title

Text

Analisis Pengaruh Rotasi pada Pemodelan 1D dan 2D Data Magnetotellurik untuk Identifikasi Sistem Panas Bumi Daerah MR

Julia Dian Prastanti - Nama Orang;

ABSTRAK

Metode magnetotellurik adalah metode geofisika pasif yang memanfaatkan gelombang elektromagnetik dan efektif digunakan dalam eksplorasi panas bumi. Namun, data hasil pengukuran dengan metode MT sering terjadi distorsi yang disebabkan karena ketidaksesuaian antara bentangan alat dengan arah struktur utama daerah penelitian. Adanya distorsi pada data hasil pengukuran dapat menyebabkan kesalahan dalam pemodelan dan interpretasi. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan melakukan analisis terhadap pengaruh rotasi pada pengolahan data magnetotellurik untuk menghasilkan model yang sesuai, sehingga dapat mengetahui sistem panas bumi daerah “MR”. Rotasi dilakukan pada kurva sounding, dengan besar sudut -45o sesuai dengan arah struktur utama daerah penelitian. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan model yang terbaik dihasilkan dari data yang telah dilakukan rotasi karena menghasilkan RMS yang lebih kecil dan bila dibandingkan dengan data geologi memiliki model yang lebih sesuai. Hasil interpretasi memperlihatkan prospek panas bumi “MR” diperkirakan berada di sekitar kemunculan manifestasi air panas, dengan ditandai adanya resistivitas rendah (200 ohm.m) terlihat pada kedalaman lebih dari 1000 m yang merupakan zona resistiv yang dapat diduga sebagai respon dari batuan yang mungkin bertindak sebagai sumber panas dari sistem panas bumi “MR”.
Kata Kunci: Metode magnetotellurik, distorsi, rotasi, panas bumi.

ABSTRACT

The magnetotelluric method is a passive geophysical method that utilizes electromagnetic waves and is effectively used in geothermal exploration. However, the measurement data with the MT method often causes distortion due to a mismatch between the expanse of the tool and the direction of the main structure of the study area. The existence of distortion in the measurement data can cause errors in modeling and interpretation. Therefore, this study aims to analyze the effect of rotation on magnetotelluric data processing to produce an appropriate model, so that it can know the "MR" geothermal system. Rotation is carried out on the sounding curve, with an angle of -45o in accordance with the direction of the main structure of the study area. Based on the research that has been done the best model is generated from data that has been rotated because it produces smaller RMS and when compared with geological data has a more suitable model. The results of the interpretation show that the prospect of geothermal “MR” is estimated to be around the appearance of hot water manifestations, with the presence of a low resistivity ( 200 ohm.m) seen at depths of more than 1000 m which are zones predictable resistivity in response to rocks that might act as a source of heat from the "MR" geothermal system.
Keywords: magnetotelluric method, distortion, rotation, geothermal.


Ketersediaan
1372D19III1372 D 19-iiPerpustakaan FSM Undip (Referensi)Tersedia
Informasi Detail
Judul Seri
FISIKA
No. Panggil
1372 D 19-ii
Penerbit
: ., 2019
Deskripsi Fisik
-
Bahasa
Indonesia
ISBN/ISSN
-
Klasifikasi
515.243.2
Tipe Isi
-
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
-
Subjek
-
Info Detail Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab
Julia Dian Prastanti
Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain

Lampiran Berkas
Komentar

Anda harus masuk sebelum memberikan komentar

Perpustakaan Fakultas Sains Matematika
  • Informasi
  • Layanan
  • Pustakawan
  • Area Anggota

Jl. Prof. Sudarto, Tembalang, Kec. Tembalang, Kota Semarang, Jawa Tengah 50275

Tentang Kami

As a complete Library Management System, SLiMS (Senayan Library Management System) has many features that will help libraries and librarians to do their job easily and quickly. Follow this link to show some features provided by SLiMS.

Cari

masukkan satu atau lebih kata kunci dari judul, pengarang, atau subjek

Donasi untuk SLiMS Kontribusi untuk SLiMS?

© 2026 — Perpustakaan Fakultas Sains Matematika

Ditenagai oleh SLiMS
Pilih subjek yang menarik bagi Anda
  • Karya Umum
  • Filsafat
  • Agama
  • Ilmu-ilmu Sosial
  • Bahasa
  • Ilmu-ilmu Murni
  • Ilmu-ilmu Terapan
  • Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
  • Kesusastraan
  • Geografi dan Sejarah
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Pencarian Spesifik