• 024-7474754 (current)
  • fsm@undip.ac.id
    ``````
  • Visitor
  • Unduh
  • Pilih Bahasa :
    Bahasa Arab Bahasa Bengal Bahasa Brazil Portugis Bahasa Inggris Bahasa Spanyol Bahasa Jerman Bahasa Indonesia Bahasa Jepang Bahasa Melayu Bahasa Persia Bahasa Rusia Bahasa Thailand Bahasa Turki Bahasa Urdu

Perpustakaan Fakultas Sains Matematika

Universitas Diponegoro

  • Berita
  • Profil
    Profil Singkat Struktur Organisasi Sambutan Kepala Perpustakaan Pustakawan Kontak
  • E-Resources
    Indonesiana
    • Batavia Digital
    • Candi di Indonesia
    • Dokumentasi Perfilman Indonesia
    • Dokumentasi Sastra Indonesia
    • Kepustakaan Presiden RI
    • Keraton Nusantara
    • Pernaskahan Nusantara
    • Pusaka Indonesia
    • Kepustakaan Tokoh Pahlawan P. Diponegoro
    • Kepustakaan Tokoh Pahlawan Jenderal Soedirman
    • Kepustakaan Tokoh Perfilman
    • Khasanah Pustaka Nusantara
    • Perpuspedia
    • Literasi Kanker Indonesia
    Pencarian
    • Indonesia One Search
    • DOAJ
    • Google Scholar
    • Scopus
    • JDIH
    • Bibliografi Nasional Indonesia
    • Katalog Induk Nasional
    • KINK Kemenkes
    • R2KN Kemenkes
    Alat & Sumber Belajar
    • Mendeley
    • Perpustakaan Digital
    • TED
    • Google Experiments
    • Sumber Belajar Kemdikbud
    • Ebook
    Pustaka Kami
    • Jurnal Nasional
    • Jurnal Internasional
    • Jurnal Dilanggan
    • Prosiding
    • Modul Bahan Ajar
  • Panduan
    Perpustakaan Layanan FAQ Penulisan Penelusuran Informasi Akses Internet Koleksi
  • Layanan
    Daftar Anggota Online Sirkulasi Referensi dan Serial Bebas Pinjam Kartu Sakti
  • Area Anggota

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN Pencarian Spesifik

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}
No image available for this title

Text

Sistem Deteksi Dini Penyakit Demam Berdarah Dengue Menggunakan Jaringan Saraf Tiruan Algoritma Resilient Backpropagation 006.32

Deasy Febriasari - Nama Orang;

ABSTRAK

Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan penyakit yang disebabkan oleh infeksi virus
Dengue yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes. Di Indonesia, DBD masih
merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat yang utama. Keterlambatan dalam
menyadari gejala DBD menyebabkan keterlambatan pengobatan yang dapat berakibat fatal
hingga mengakibatkan kematian. Salah satu cara mengurangi angka kematian akibat DBD
yaitu pendeteksian penyakit DBD secara dini. Penelitian ini bertujuan untuk membuat
sebuah sistem deteksi dini penyakit DBD menggunakan Jaringan Syaraf Tiruan (JST)
algoritma Resilient Backpropagation. Input dari sistem deteksi berupa 8 gejala penyakit
DBD, sementara output-nya berupa hasil deteksi apakah suspek DBD atau tidak. Data
penelitian berasal dari data rekam medis pasien di Puskesmas Cangkringan, Sleman,
Yogyakarta. Data yang diambil untuk penelitian ini sebanyak 70 data. Hasil penelitian
menunjukkan bahwa arsitektur terbaik jaringan adalah 8-40-1. Pelatihan menggunakan
algoritma Resilient Backpropagation menghasilkan MSE sebesar 4.891E-05 pada epoch 17
dengan tingkat akurasi pengujian sebesar 98.57%. Dibandingkan dengan algoritma
Backpropagation Standar, pelatihan menggunakan algoritma Resilient Backpropagation
memiliki ketelitian jaringan yang lebih baik dan mencapai konvergensi dengan lebih cepat,
tetapi pengujiannya menghasilkan akurasi yang lebih rendah.
Kata Kunci: Sistem deteksi dini penyakit DBD, Jaringan Syaraf Tiruan (JST), Resilient
Backpropagation

ABSTRACT

Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) is a disease caused by infection of dengue virus that
transmitted through the bite of Aedes mosquito. In Indonesia, DHF is still one of the major
public health problem. Delays in recognizing symptoms of DHF causing delays in treatment
that can cause a fatal consequences to result in death. One of the ways to reduce mortality
due to DHF is an early detection of DHF. This research aimed to create a system of early
detection of DHF using Artificial Neural Network (ANN) with Resilient Backpropagation
algorithm. The input of the detection system are 8 symptoms of DHF, while its output are
detection results whether suspected DHF or not. The research data taken from medical
records of patients in Puskesmas Cangkringan, Sleman, Yogyakarta. Data taken for this
study are 70 data. The results showed that the best architecture of the network is 8-40-1.
Resilient Backpropagation training algorithm produced MSE of 4.891E-05 at epoch 17 with
the accuracy of the testing of 98.57%. Compared with Standard Backpropagation algorithm,
Resilient Backpropagation training algorithm had a better accuracy and achieved faster
convergence, but produced lower accuracy in testing.
Keywords: Early detection system of DHF, Artificial Neural Network (ANN), Resilient
Backpropagation


Ketersediaan
475F17II475 F 17Perpustakaan FSM Undip (Referensi)Tersedia
Informasi Detail
Judul Seri
ILMU KOMPUTER/INFORMATIKA
No. Panggil
475 F 17
Penerbit
: ., 2017
Deskripsi Fisik
-
Bahasa
Indonesia
ISBN/ISSN
-
Klasifikasi
1506
Tipe Isi
-
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
-
Subjek
-
Info Detail Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab
Deasy Febriasari ()
Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain

Lampiran Berkas
Komentar

Anda harus masuk sebelum memberikan komentar

Perpustakaan Fakultas Sains Matematika
  • Informasi
  • Layanan
  • Pustakawan
  • Area Anggota

Jl. Prof. Sudarto, Tembalang, Kec. Tembalang, Kota Semarang, Jawa Tengah 50275

Tentang Kami

As a complete Library Management System, SLiMS (Senayan Library Management System) has many features that will help libraries and librarians to do their job easily and quickly. Follow this link to show some features provided by SLiMS.

Cari

masukkan satu atau lebih kata kunci dari judul, pengarang, atau subjek

Donasi untuk SLiMS Kontribusi untuk SLiMS?

© 2026 — Perpustakaan Fakultas Sains Matematika

Ditenagai oleh SLiMS
Pilih subjek yang menarik bagi Anda
  • Karya Umum
  • Filsafat
  • Agama
  • Ilmu-ilmu Sosial
  • Bahasa
  • Ilmu-ilmu Murni
  • Ilmu-ilmu Terapan
  • Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
  • Kesusastraan
  • Geografi dan Sejarah
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Pencarian Spesifik