• 024-7474754 (current)
  • fsm@undip.ac.id
    ``````
  • Visitor
  • Unduh
  • Pilih Bahasa :
    Bahasa Arab Bahasa Bengal Bahasa Brazil Portugis Bahasa Inggris Bahasa Spanyol Bahasa Jerman Bahasa Indonesia Bahasa Jepang Bahasa Melayu Bahasa Persia Bahasa Rusia Bahasa Thailand Bahasa Turki Bahasa Urdu

Perpustakaan Fakultas Sains Matematika

Universitas Diponegoro

  • Berita
  • Profil
    Profil Singkat Struktur Organisasi Sambutan Kepala Perpustakaan Pustakawan Kontak
  • E-Resources
    Indonesiana
    • Batavia Digital
    • Candi di Indonesia
    • Dokumentasi Perfilman Indonesia
    • Dokumentasi Sastra Indonesia
    • Kepustakaan Presiden RI
    • Keraton Nusantara
    • Pernaskahan Nusantara
    • Pusaka Indonesia
    • Kepustakaan Tokoh Pahlawan P. Diponegoro
    • Kepustakaan Tokoh Pahlawan Jenderal Soedirman
    • Kepustakaan Tokoh Perfilman
    • Khasanah Pustaka Nusantara
    • Perpuspedia
    • Literasi Kanker Indonesia
    Pencarian
    • Indonesia One Search
    • DOAJ
    • Google Scholar
    • Scopus
    • JDIH
    • Bibliografi Nasional Indonesia
    • Katalog Induk Nasional
    • KINK Kemenkes
    • R2KN Kemenkes
    Alat & Sumber Belajar
    • Mendeley
    • Perpustakaan Digital
    • TED
    • Google Experiments
    • Sumber Belajar Kemdikbud
    • Ebook
    Pustaka Kami
    • Jurnal Nasional
    • Jurnal Internasional
    • Jurnal Dilanggan
    • Prosiding
    • Modul Bahan Ajar
  • Panduan
    Perpustakaan Layanan FAQ Penulisan Penelusuran Informasi Akses Internet Koleksi
  • Layanan
    Daftar Anggota Online Sirkulasi Referensi dan Serial Bebas Pinjam Kartu Sakti
  • Area Anggota

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN Pencarian Spesifik

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}
No image available for this title

Text

Pemodelan 2D Sebaran Tahanan Jenis Terhadap Kedalaman daerah Panasbumi garut Bagian selatan Menggunakan Metode Magnetotellurik 551,2

Dita Destyanti - Nama Orang;

INTISARI

Daerah panasbumi Garut bagian Selatan, Jawa Barat merupakan salah satu daerah dengan prospek panasbumi, yang ditandai dengan adanya manifestasi permukaan berupa kawah di wilayah Gunung Papandayan dan mata air panas di wilayah Ciarinem. Daerah tersebut disusun oleh batuan Gunungapi Tua, yang secara umum terdiri dari batuan tufa, breksi tufa dan lava. Penelitian ini bertujuan untuk menginterpretasikan pemodelan 2D sebaran tahanan jenis terhadap kedalaman daerah panasbumi Garut bagian Selatan dan untuk mengetahui sistem panasbumi daerah tersebut dengan metode magnetotellurik (MT). Metode ini digunakan karena mampu mendeteksi struktur bawah permukaan hingga kedalaman ribuan meter. Pada penelitian ini data diambil sebanyak 32 titik akuisisi. Data yang diperoleh dari proses akuisisi lapangan selanjutnya diolah dengan menggunakan software SSMT 2000, MT Editor 90, dan WinGLink. Hasil penelitian menunjukkan adanya dua sistem panasbumi di wilayah Ciarinem dan wilayah Gunung Papandayan yang terdiri dari batuan penudung (clay cap), batuan reservoir, dan batuan pemanas (hot rock). Batuan penudung (clay cap) yang bersifat konduktif berada pada kedalaman dangkal dengan nilai tahanan jenis berkisar 10 – 30 ohm.m, batuan reservoir dengan nilai tahanan jenis antara 40 – 600 ohm.m dan batuan pemanas (hot rock) yang bersifat lebih resistif memiliki nilai tahanan jenis ≥700 ohm.m.

Kata kunci: Magnetotellurik, daerah Garut bagian Selatan, sistem panasbumi, tahanan jenis.

ABSTRACT

Southern Garut geothermal area West Java, is one of the area with geothermal prospects, characterized by the surface manifestations of craters in Papandayan mountain region and hot springs in Ciarinem area. The area was composed by old volcanic rocks, generally consists of a tuff rocks, tuff breccias and lava. This study aims to interpret 2D modeling of resistivity distribution to the depth of Garut Southern area geothermal and to determine geothermal system of that area under magnetotelluric method (MT). This method is used because its capablility to detect subsurface structure to a thousand meters depth. The data was taken as much as 32 acquisition points. The Data was obtained from field acquisition process, further processed using SSMT 2000 MT Editor 90, and WinGLink software. The results showed the presence of two geothermal systems in Ciarinem and Papandayan mountain region, consist of clay cap rocks, reservoir rocks, and hot rock. Clay cap rocks wich tend conductive located at shallow depths with resistivity value ranging from 10 – 30 ohm.m, reservoir rocks with resistivity value of between 40 – 600 ohm.m and hot rocks that are more resistive have resistivity value ≥700 ohm.m.
Keywords: Magnetotelluric, Garut southtern area, geothermal system, resistivity.


Ketersediaan
1075D16IV1075 D 16Perpustakaan FSM Undip (Referensi)Tersedia
Informasi Detail
Judul Seri
FISIKA
No. Panggil
1075 D 16
Penerbit
: ., 2016
Deskripsi Fisik
-
Bahasa
Indonesia
ISBN/ISSN
-
Klasifikasi
1348
Tipe Isi
-
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
-
Subjek
-
Info Detail Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab
Dita Destyanti
Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain

Lampiran Berkas
Komentar

Anda harus masuk sebelum memberikan komentar

Perpustakaan Fakultas Sains Matematika
  • Informasi
  • Layanan
  • Pustakawan
  • Area Anggota

Jl. Prof. Sudarto, Tembalang, Kec. Tembalang, Kota Semarang, Jawa Tengah 50275

Tentang Kami

As a complete Library Management System, SLiMS (Senayan Library Management System) has many features that will help libraries and librarians to do their job easily and quickly. Follow this link to show some features provided by SLiMS.

Cari

masukkan satu atau lebih kata kunci dari judul, pengarang, atau subjek

Donasi untuk SLiMS Kontribusi untuk SLiMS?

© 2026 — Perpustakaan Fakultas Sains Matematika

Ditenagai oleh SLiMS
Pilih subjek yang menarik bagi Anda
  • Karya Umum
  • Filsafat
  • Agama
  • Ilmu-ilmu Sosial
  • Bahasa
  • Ilmu-ilmu Murni
  • Ilmu-ilmu Terapan
  • Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
  • Kesusastraan
  • Geografi dan Sejarah
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Pencarian Spesifik