Text
Analisis Low Contrast Detectability Pada Citra Fantom AAPM Hasil Rekonstruksi DLIR dan ASIR-V dengan Metode 2-Alternative Force Choice
Computed Tomograpgy (CT) berkembang pesat seiring waktu yang banyak digunakan
oleh masyarakat, bahkan terdapat pasien yang melakukan scan berulang. Namun, CT
memiliki rintangan dalam hal mengurangi dosis dengan tetap mempertahankan kualitas
citra CT. Evaluasi kualitas CT dapat ditangani dengan beberapa cara, salah satunya
detektabilitas kontras rendah. Detektabilitas kontras rendah dipengaruhi oleh
rekonstruksi CT. Sehingga, penelitian ini bertujuan membandingkan detektabilitas
kontras rendah citra DLIR dan ASIR-V menggunakan 2-AFC. Objek kontras rendah
didapatkan dari modul 610-06 fantom AAPM CTPerformance yang diekspos dengan
CT GE Revolution Apex menggunakan tiga variasi dosis 40.75mGy, 48.9mGy dan
57.05mGy. Masing-masing dosis direkonstruksi menggunakan DLIR (level low,
medium, dan high) dan ASIR-V (level 0, 20, 40, 60, 80, dan 100%). Bank soal dibentuk
pilihan ganda menggunakan metode AFC yang berisi 1 jawaban benar (objek 3mm)
dan 1 jawaban salah (latar belakang), dengan jumlah 10 soal untuk setiap data, sehingga
total 270 soal diperoleh untuk setiap pengamat. Tujuh observer fisikawan medik dan
tiga observer dokter spesialis radiologi diminta menilai bank soal yang disediakan.
Hasil yang didapatkan bahwa dosis serta level rekonstruksi (ASIR-V dan DLIR)
mempengaruhi detektabilitas kontras rendah, sehingga semakin tinggi dosis, maka
observer semakin mudah mengidentifikasi objek dari background. Sedangkan
meningkatnya level rekonstruksi menyebabkan deteksi objek kontras rendah menjadi
semakin mudah. Secara keseluruhan, Didapatkan detektabilitas terendah pada semua
human observer (Fisikawan medis dan Dokter spesialis Radiologi) yaitu dosis
40.75mGy dengan ASIR-V level 0% (skor sekitar 80%). Disisi lain, Detektabilitas
tertinggi secara merata pada DLIR mampu mendapatkan niai optimal (100%) pada
semua dosis CTDIvol maupun level DLIR. Berdasarkan hasil tersebut, DLIR
mengungguli ASIR-V dalam aspek detektabilitas kontras rendah berbagai dosis dan
level rekonstruksi sehingga DLIR menggungguli ASIR-V jika menggunakan dosis
rendah.
Kata kunci : Detektabilitas kontras rendah, DLIR, ASIR-V, AFC, CTDIvol.
| 188S2FIS2025 | 188 S2FIS 2025 | Perpustakaan FSM Undip | Tersedia |
Tidak tersedia versi lain