Text
Pengaruh Perbandingan Volume Larutan Serium(III) Nitrat dan Ektrak Daun Teh Hijau terhadap Kemurnian, Morfologi, dan Sifat Fluoresensi Serium Oksida (CeO2)
Serium oksida (CeO2) merupakan salah satu oksida logam tanah jarang
yang sudah banyak diaplikasikan sebagai antioksidan, antibakteri, dan katalis
karena sifatnya yang memiliki dua bilangan oksidasi (Ce3+ dan Ce4+) dan
potensial reduksi Ce4+ menjadi Ce3+ yang rendah (+1,72 V). Salah satu metode
sintesis CeO2 yang ramah lingkungan adalah green synthesis. Penelitian ini
bertujuan untuk mensintesis CeO2 menggunakan metode green synthesis serta
menetukan pengaruh perbedaan rasio volume larutan Ce(NO3)3.6H2O dengan
ekstrak daun teh hijau terhadap kemurnian, sifat kekristalan, morfologi, dan sifat
fluoresensi dari hasil sintesis serium oksida (CeO2) yang dihasilkan. Dari
penelitian ini diperoleh CeO2 berwarna putih kekuningan dengan berat CeO2
paling optimum didapatkan pada variasi CE 37 sebesar 0,233 gram. Hasil
karakterisasi instrumen disimpulkan kemurnian semua variasi CeO2 yang
dihasilkan masih rendah ditandai dengan produk samping selain CeO2, yaitu
senyawa Ce(OH)CO3 dan graphite. Ukuran kristal paling kecil didapatkan pada
CE 55 sebesar 12 nm dan kristal paling besar didapatkan pada CE 19 yaitu 22 nm,
menunjukkan bahwa semakin besar rasio volume ekstrak teh hijau yang
digunakan akan menghasilkan ukuran kristal yang lebih besar diakibatkan
pengaruh suhu pada proses sintesis yang menyebabkan semakin menurunnya laju
pertumbuhan inti kristal dibandingkan laju pertumbuhan kristal. Berdasarkan
analisis SEM, diketahui CeO2 yang dihasilkan berbentuk batuan karang dengan
ukuran partikel sebesar 0,46 μm (CE 37) dan 1,03 μm (CE 19). Sifat fluoresens
paling baik terdapat pada variasi CE 19 yang menunjukkan luminesensi paling
tinggi.
Kata kunci: serium oksida, green synthesis, fluoresen
| 2200C2024 | 2200 C 2024 | Perpustakaan FSM Undip | Tersedia |
Tidak tersedia versi lain