Text
Penerapan Hurdle Negative Binomial untuk Mengatasi Overdispersi dan Excess Zeros pada Pemodelan Kasus Gizi Buruk di Kota Semarang
Gizi buruk merupakan keadaan kurang gizi yang disebabkan oleh rendahnya
konsumsi energi dan protein dalam makanan sehari-hari sehingga tidak memenuhi
angka kecukupan gizi (AKG). Pada tahun 2018 tercatat ada sebanyak 23 kasus gizi
buruk yang terjadi di Kota Semarang dan belum teratasi. Salah satu upaya untuk
mengurangi jumlah kasus gizi buruk adalah dengan mengetahui pola hubungan faktor
risiko sehingga dapat ditentukan tindakan apa yang dapat dilakukan selanjutnya.
Penelitian ini menggunakan pemodelan regresi Hurdle Negative Binomial untuk
mengetahui pola hubungan faktor risiko. Model ini adalah solusi alternatif untuk
mengatasi overdispersi dan nilai nol berlebih atau excess zeros. Model ini
menggunakan dua pendekatan model, yang pertama adalah model untuk variabel
respon yang bernilai nol dan yang kedua adalah model untuk variabel respon yang
bernilai bulat non-negatif. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data
kasus gizi buruk di Kota Semarang tahun 2018 dengan 4 variabel bebas yaitu jumlah
posyandu aktif, jumlah rumah memenuhi syarat rumah sehat, jumlah tenaga ahli gizi
dan jumlah keluarga miskin. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada taraf
kepercayaan 95% dari keempat faktor tidak terdapat variabel yang mempengaruhi
jumlah kasus gizi buruk.
Kata kunci : Hurdle Negative Binomial, Gizi Buruk, Overdispersi, Excess Zeros
1150 E 2024 | 1150 E 2024 | Perpustakaan FSM Undip | Tersedia |
Tidak tersedia versi lain