Text
Pengaruh Biopestisida Kulit Bawang Merah (Allium cepa) Terhadap Laju Respirasi Jangkrik (Gryllus bimaculatus)
Kulit bawang merah mengandung senyawa asetogenin skuamosin yang memiliki
potensi sebagai bahan biopestisida untuk pengendalian hama jangkrik pada
tanaman pertanian. Biopestisida dengan kandungan asetogenin skuamosin memiliki
efek racun perut yang mempengaruhi laju respirasi jangkrik. Tujuan dari penelitian
adalah menganalisis pengaruh biopestisida dari ekstrak kulit bawang merah
terhadap laju respirasi dan memperoleh dosis optimum biopestisida terhadap
mortalitas jangkrik. Penelitian ini menggunakan desain rancangan acak lengkap
faktor tunggal yang terdiri atas 5 perlakuan dengan 5 ulangan. Hewan uji yang
digunakan adalah jangkrik jantan yang berumur 20 hari. Perlakuan pada penelitian
ini meliputi B0, B1, B2, B3, dan B4 yaitu dosis yang diberikan secara berurutan 0%
(kontrol), 25%, 50%, 75%, dan 100%. Variabel penelitian yang diamati dan diukur
antara lain bobot badan, konsumsi oksigen, laju respirasi, dan diameter spirakel.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang nyata antara
kelompok perlakuan (25%, 50%, 75%, dan 100%) dengan kelompok kontrol (0%),
baik pada rata-rata bobot badan, konsumsi oksigen, laju respirasi dan diameter
spirakel. Hasil uji regresi antara dosis biopestisida dengan bobot badan
menunjukkan hubungan yang kuat dengan persentase pengaruh sebesar 54,3%, dan
untuk ketiga variabel lainnya, seperti konsumsi oksigen, laju respirasi, dan diameter
spirakel menunjukkan hubungan yang sangat kuat dengan persentase pengaruh
masing-masing 78,3%, 75,2%, dan 98,5%. Dosis optimum biopestisida yang
berakibat pada mortalitas jangkrik adalah 100%. Kesimpulan penelitian ini adalah
Senyawa asetogenin skuamosin yang terkandung dalam ekstrak kulit bawang merah
(Allium cepa) berpotensi sebagai biopestisida.
Kata kunci : jangkrik, biopestisida, kulit bawang merah, laju respirasi
| 1835 B 2024 | 1835 B 2024 | Perpustakaan FSM Undip | Tersedia |
Tidak tersedia versi lain