Text
Respon Anatomi Daun Adam Hawa (Rhoeo discolor) dan Pucuk Merah (Syzgium oleana) Tehadap Polutan CO di Kecamatan Tembalang dan Banyumanik Kota Semarang
Sebagai organisme yang bersifat sessile, tumbuhan dapat merespon perubahan
lingkungan, salah satunya adalah pencemaran udara. Kontak polutan dengan
tanaman melalui kutikula dan masuk ke dalam jaringan tumbuhan melalui stomata,
selanjutnya terakumulasi pada jaringan mesofil. Daun yang terpapar polutan dapat
memberikan respon agar terhindar dari zat pencemar dengan adaptasi anatomi daun.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik dan respon anatomi daun
adam hawa (Rhoeo discolor) dan pucuk merah (Syzygium oleana) terhadap polutan
CO di Kecamatan Tembalang dan Banyumanik Kota Semarang. Tanaman
diletakkan pada lokasi dengan kadar polutan CO yang termasuk dalam kategori
baik, sedang, dan tidak sehat. Rancangan penelitian yang digunakan adalah
Rancangan Acak Lengkap (RAL) dua faktor yaitu kategori kadar CO dan jenis
tanaman. Data kuantitatif dianalisis menggunakan ANOVA dan uji lanjutan DMRT
pada taraf kepercayaan 95%. Parameter yang diamati adalah karakteristik anatomi
daun, kerapatan stomata, lebar celah dan panjang stomata, tebal kutikula, dan tebal
mesofil daun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tanaman R. discolor dan S.
oleana yang ditempatkan pada lokasi dengan kadar CO berbeda memiliki
karakteristik anatomi yang sama. Strukrur anatomi yang dimiliki kedua jenis
tanaman tersebut mendukung dalam penyerapan polutan CO. Tanaman R. discolor
maupun S. oleana dapat merespon polutan CO yang ditunjukkan melalui penurunan
lebar celah stomata dan penipisan lapisan kutikula daun.
Kata kunci: pencemaran udara, stomata, kutikula, mesofil
| 1827 B 2024 | 1827 B 2024 | Perpustakaan FSM Undip | Tersedia |
Tidak tersedia versi lain