Text
Efek Lama Pemanasan Pada Karakteristik Bahan Optis Aktif dan Elektrooptis dari Beberapa Minyak Nabati Meggunakan Polarisasi Cahaya
Telah dilakukan observasi terkait dengan analisis kualitas pada beberapa
minyak goreng nabati dengan menggunakan metode polarisasi cahaya. Jenis
minyak goreng nabati yang digunakan dalam observasi ini terdiri dari minyak
zaitun, minyak jagung, minyak bekatul, dan minyak sawit. Empat jenis sampel
tersebut divariasikan perlakuan sampelnya mulai dari 0 jam pemanasan, 4 jam
pemanasan, 8 jam pemanasan, 12 jam pemanasan, dan 16 jam pemanasan.
Observasi dilakukan dengan menggunakan laser hijau dengan = 532 nm.
Observasi ini dilakukan dengan mengamati dan menganalisis besarnya nilai
perubahan sudut polarisasi alami dan polarisasi elektrooptis. Untuk polarisasi
elektrooptis menggunakan besar tegangan dimulai dari 0 kV sampai dengan 9 kV.
Berdasarkan hasil observasi menunjukkan bahwa nilai perubahan sudut polarisasi
akan semakin meningkat jika suhu minyak nabati ditingkatkan. Kemudian dalam
polarisasi alami, penyebab semakin besarnya nilai perubahan sudut polarisasi
dikarenakan semakin meningkatnya jumlah molekul trigliserida yang asimetrik.
Polarisasi elektrooptis terjadi karena adanya interaksi antara medan listrik dengan
molekul yang terdapat di minyak nabati. Laju penurunan pada polarisasi alami
paling tinggi terjadi di minyak bekatul sebesar (1,23 0,01) *10−2
/jam. Kemudian
laju penurunan pada polarisasi elektrooptis paling tinggi terjadi pada minyak jagung
sebesar (1,25 0,01)*10−2
/jam. Nilai perubahan sudut polarisasi, baik polarisasi
alami maupun elektrooptis akan meningkat sebanding dengan durasi pemanasan
semakin lama dan sebanding juga dengan nilai tegangan ditingkatkan. Efek bahan
optis aktif dan elektrooptis sangat berpengaruh terhadap polarisasi cahaya.
Kata Kunci: Minyak Goreng Nabati, Polarisasi Alami, Polarisasi Elektrooptis,
Perubahan Sudut Polarisasi, Trigliserida, laju degradasi
| 1828 D 2024 | 1828 D 2024 | Perpustakaan FSM Undip | Tersedia |
Tidak tersedia versi lain