Text
Biotransformasi Daun Sirsak (Annona muricata) dengan Aspergillus niger dan Pengaruhnya Terhadap Aktivitas Antiglikasi, Antioksidan dan Antiagregasi
Konsep biotransformasi sudah dikenal sejak ribuan tahun sebelum masehi
dengan istilah fermentasi dan terus berkembang hingga ditemukannya
biotransformasi metabolit sekunder pada 1950. Biotransformasi mendegradasi
dinding sel tanaman dan konversi senyawa untuk mendapatkan metabolit sekunder
dengan meningkatkan bioaktivitas dan bioavaibilitas. Daun sirsak (Annona
muricata) mengandung senyawa polifenol yang dilaporkan dapat mereduksi
penyebab penyakit degeneratif dengan aktivitas sebagai antiglikasi, antioksidan dan
antiagregasi. Penelitian tentang biotransformasi daun sirsak dengan Aspergillus
niger dan pengaruhnya terhadap antiglikasi, antioksidan dan antiagregasi belum
pernah dilaporkan. Tujuan penelitian ini untuk mendapatkan profil pertumbuhan A.
niger pada daun sirsak, data total fenolik dan flavonoid produk fermentasi,
karakterisasi LCMS metabolit sekunder produk fermentasi, serta mendapatkan data
aktivitas antiglikasi, antioksidan dan antiagregrasi.
Penelitian ini dilakukan dengan beberapa tahapan, yaitu: fermentasi daun
sirsak menggunakan A. niger selama 5 hari, ekstraksi produk fermentasi per 12 jam
dan pengukuran kadar total fenolik dan flavonoid selama waktu fermentasi.
Fermentasi dengan kadar fenolik tertinggi diproduksi untuk dianalisis fitokimia, uji
total flavonoid dan fenolik, karakterisasi LC/MS dan uji aktivitas antiglikasi dengan
spektrofotometri fluoresens, antioksidan dengan metode DPPH dan antiagregasi
dengan pengukuran turbidimetri.
Hasil penelitian didapatkan profil pertumbuhan A. niger pada daun sirsak
yaitu fase lag pada 12 jam awal, fase logaritmik jam ke 24 hingga 72 dan fase
stasioner jam ke 96 hingga120. Produk fermentasi jam ke 60 (Fsi-60) dengan kadar
total fenolik tertinggi dipilih untuk dianalisis lebih lanjut dan akan dibandingkan
dengan produk non-fermentasi (Fsi-0). Skrining fitokimia Fsi-0 dan Fsi-60
teridentifikasi fenolik, flavonoid dan terpenoid. Kadar total fenolik Fsi-0 dan Fsi-
60 sebesar 94,02 GAE/ g ekstrak dan 120,51 GAE/ g ekstrak (meningkat 20,26%).
Kadar total flavonoid Fsi-0 dan Fsi-60 sebesar 3,45 QE/ g ekstrak dan 5,53 QE/ g
ekstrak (meningkat 60,28%). Karakterisasi LC/MS teridentifikasi p-comaryc acid,
p-coumaroyl quinic acid, 3-methylcathecol dan cyanidin (6-O-dioxalyl glucoside)
yang hanya teridentifikasi pada Fsi-0. Chlorogenic acid dan ferulic acid 4-Oglucoside mengalami kenaikan pada Fsi-60. Data aktivitas antiglikasi naik sebesar
30,89%. Aktivitas antioksidan produk fermentasi termasuk kuat dengan IC50 antara
50 – 100, pada 50 ppm aktivitas antioksidan naik sebesar 20,47%. Aktivitas
antiagregasi meningkat 2,17%. Biotransformasi daun sirsak mampu mengkonversi
senyawa dilihat dari profil LC/MS serta meningkatkan bioaktivitas dan
bioavaibilitas dengan melihat pada peningkatan aktivitas antiglikasi, antioksidan
dan antiagregasi.
Kata kunci: Biotransformasi, daun sirsak, fenolik, LCMS
2160C2023 | 2160 C 2023 | Perpustakaan FSM Undip | Tersedia |
Tidak tersedia versi lain