Text
Sintesis Membran Kitosan Taut Silang Asam Suksinat dan Alginat sebagai Membran dalam Permeasi Urea dan Kreatinin
Gagal ginjal kronik merupakan penyakit akibat adanya kerusakan progresif
terhadap organ ginjal sehingga terakumulasinya urea dan kretinin di dalam darah. Salah
satu metode yang dapat menggantikan fungsi ginjal yaitu hemodialisis, menggunakan
membran semipermeable. Biopolimer alami yang dapat digunakan sebagai membran
semipermeabel adalah kitosan. Pada penelitian ini membran kitosan dilakukan
modifikasi dengan di taut silang dengan asam suksinat dan blending dengan alginat.
Preparasi membran tertaut silang asam suksinat dilakukan dengan 3 variasi
perbandingan monomer yaitu 1:50(ChSA50); 1:30(ChSA30); dan 1:10(ChSA10).
Membran yang telah disintesis dilakukan karakterisasi meliputi, uji morfologi
membran (SEM), uji gugus fungsi (FTIR), uji berat dan ketebalan,
swelling/pengembangan, porositas, serapan terhadap air, fluks, hidrofilisitas, kuat tarik
(tensile strength). Hasil penelitian menunjukkan bahwa membran kitosan tertaut silang
asam suksinat dan blending dengan alginat telah berhasil disintesis dengan dibuktikan
adanya pergeseran gugus OH dan pada dekonvolusi FTIR terlihat gugus C=O pada
bilangan gelombang 1708,6 cm-1 serta gugus N-O pada bilangan gelombang 1550,0
cm-1. Hasil karakterisasi membran menunjukkan bahwa membran ChSA10 memiliki
karakteristik terbaik dengan persentase daya pengembangan sebesar 128,0%, porositas
sebesar 91,9%, serapan air sebesar 79,1% dan hidrofilisitas sebesar 69,25o. Hasil
aplikasi membran dalam permeasi terhadap urea dan kreatinin menunjukkan hasil
terbaik pada membran ChSA10, dengan persentase permeasi terhadap urea sebesar
23,38% dan kreatinin sebesar 18,89%.
Kata Kunci: Membran kitosan, asam suksinat, alginat, kemampuan permeasi,
urea, kreatinin
| 2152C2023 | 2152 C 2023 | Perpustakaan FSM Undip | Tersedia |
Tidak tersedia versi lain