Text
Studi Pengaruh Variasi Suhu Kalsinasi Pada Sintesis Hijau CdS untuk Degradasi Antibiotik Ciprofloxacin
Kadmium sulfida (CdS) merupakan bahan semikonduktor yang dapat
diaplikasikan sebagai katalis dalam proses fotokatalitik. Metode sintesis hijau
telah berhasil dilakukan untuk mensintesis CdS dengan ekstrak daun teh dan
memberikan efek pembentukan partikel berukuran nanometer. Variasi
kalsinasi pada suhu 500, 600, dan 700℃ dilakukan untuk mengetahui pengaruh
suhu terhadap ukuran kristal, kristalinitas, dan energi celah pita. Penelitian ini
bertujuan mensintesis CdS untuk aplikasi degradasi antibiotik ciprofloxacin
secara fotokatalitik. Morfologi dan komposisi unsur, struktur dan ukuran
kristal, gugus yang terbentuk, dan energi celah pita diketahui dengan
melakukan karakterisasi SEM-EDX, XRD, FTIR, dan Spektrofotometer UVDRS CdS hasil sintesis. Hasil sintesis CdS berupa serbuk halus berwarna
kuning dan peningkatan suhu memberikan warna kuning yang semakin cerah.
Hasil karakterisasi XRD dan FTIR menampilkan puncak CdS. Ukuran kristal
CdS mengalami peningkatan seiring dengan kenaikan suhu yaitu CdS-600
sebesar 64 nm dan CdS-700 sebesar 81,58 nm. Citra SEM-EDX CdS hasil
sintesis berbentuk bulat halus dan terdapat aglomerasi dengan persebaran unsur
yang merata. Nilai energi celah pita dipengaruhi oleh suhu kalsinasi selama
sintesis dengan nilai energi celah pita CdS-600 2,3 eV dan CdS-700 2,38 eV.
Persentase efektivitas CdS dengan variasi suhu kalsinasi dalam mendegradasi
ciprofloxacin secara fotokatalitik adalah CdS-500 sebesar 32,18%, CdS-600
sebesar 48,72 %, dan CdS-700 sebesar 8,73%. Kondisi optimum dari sintesis
CdS dalam mendegradasi ciprofloxacin secara fotokatalitik terjadi pada suhu
600℃ dengan waktu penyinaran fotokatalitik di bawah sinar tampak selama
120 menit, massa CdS 10 mg, dan konsentrasi awal ciprofloxacin 25 ppm.
Kata kunci: Kadmium sulfida, sintesis hijau, kalsinasi, fotokatalitik,
ciprofloxacin.
| 2137C2023 | 2137 C 2023 | Perpustakaan FSM Undip | Tersedia |
Tidak tersedia versi lain