Text
Pengaruh Waktu Fermentasi Terhadap Kandungan Kimia Eco-enzyme Kombinasi Kulit Pisang (Musa sapientum paradisiaca)-Daun Serai (Cymbopogon citratus)
Eco-enzyme merupakan salah satu alternatif untuk memanfaatkan limbah
organik seperti kulit buah dan sayur dengan proses fermentasi. Fermentasi
mengakibatkan terjadinya biotransformasi yang menghasilkan senyawa kimia yang
beragam. Lamanya proses fermentasi mempengaruhi proses biotransformasi dan
kandungan senyawa kimia yang dihasilkan. Salah satu limbah kulit buah yang dapat
dimanfaatkan sebagai eco-enzyme adalah kulit pisang karena kandungan
karbohidratnya dapat menjadi sumber karbon bagi mikroorganisme. Kulit pisang
juga mengandung berbagai senyawa metabolit sekunder, seperti fenolik, flavonoid,
dan terpenoid. Daun serai juga merupakan limbah dan memiliki berbagai
kandungan senyawa metabolit sekunder, seperti fenolik, flavonoid, tannin, dan
alkaloid. Metabolit sekunder dapat mengalami biotransformasi pada proses
fermentasi. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui pengaruh
waktu fermentasi terhadap perubahan profil kandungan senyawa kimia pada destilat
dan residu eco-enzyme dari kombinasi kulit pisang-daun serai.
Penelitian ini melalui beberapa tahap. Tahapan pertama berupa pembuatan
eco-enzyme dengan variasi waktu fermentasi 30 hari, 60 hari, dan 90 hari,
pemanenan eco-enzyme, pengukuran pH dan pengamatan fisik eco-enzyme, serta
destilasi eco-enzyme. Destilat variasi 30 hari (D1), 60 hari (D2) dan 90 hari (D3)
dikarakterisasi menggunakan GC-MS. Karakterisasi kandungan kimia pada residu
variasi 30 hari (R1), 60 hari (R2), dan 90 hari (R3) berupa pembuatan profil KLT,
penentuan kadar total fenolik dengan metode Folin- Ciaocalteu, penentuan kadar
total flavonoid dengan reagen AlCl3, dan uji aktivitas antioksidan mengggunakan
metode DPPH.
Hasil dari penelitian ini menunjukkan perubahan warna dan aroma ecoenzyme serta penurunan pH eco-enzyme seiring lamanya waktu fermentasi. Volume
senyawa volatil (asam organik) yang dihasilkan menunjukkan peningkatan.
Karakterisasi GC-MS menunjukkan profil senyawa volatil dari destilat eco-enzyme.
Hasil menunjukkan bahwa terjadi perubahan senyawa seiring bertambahnya waktu
fermentasi, diantaranya yakni senyawa aldehid, ester, dan asam karboksil.
Kandungan senyawa metabolit sekunder dari residu eco-enzyme menunjukkan hasil
yang sama, yakni berupa fenolik, flavonoid, dan terpenoid. Kadar total fenolik,
kadar total flavonoid, dan aktivitas antioksidan juga diteliti dan menunjukkan
peningkatan seiring lamanya waktu fermentasi. Residu eco-enzyme R1, R2, dan R3
memiliki kadar total fenolik berturut-turut 50,9; 63,0; dan 68,9 mg GAE/g ekstrak
dengan kadar total flavonoid berturut-turut 8,4; 9,6; dan 10,4 mg QE/g ekstrak; serta
aktivitas antioksidan dengan nilai IC50 berturut- turut 74,32; 45,21; dan 27,97 ppm.
Kata kunci: eco-enzyme, kulit pisang, daun serai, GC-MS
| 2126C2023 | 2126 C 2023 | Perpustakaan FSM Undip | Tersedia |
Tidak tersedia versi lain