Text
Mikroanatomi dan Rasio Bobot Hepar terhadap Bobot Tubuh Tikus Putih (Rattus norvegicus) setelah Pemberian Turmeric Gummy Candy
Prevalensi penyakit hepar kronis beserta dampaknya terus mengalami peningkatan
sehingga diperlukan perhatian untuk menurunkan angka kasus ini. Salah satu upaya
yang dapat dilakukan yaitu dengan pemanfaatan zat antioksidan. Zat antioksidan
seringkali ditemukan pada bahan makanan maupun dalam bentuk suplemen.
Penelitian ini dilakukan untuk mengkaji struktur mikroanatomi dan rasio bobot
hepar tikus putih setelah pemberian turmeric gummy candy. Penelitian ini
menggunakan 24 ekor tikus putih yang dibagi menjadi 3 kelompok perlakuan dan
8 ulangan. Perlakuan penelitian ini terdiri atas G0 (perlakuan kontrol), G1
(pemberian turmeric gummy candy dengan konsentrasi turmeric 5g), dan G2
(pemberian turmeric gummy candy dengan konsentrasi turmeric 10g). Tikus putih
diaklimasi selama 14 hari, kemudian diberi perlakuan pemberian turmeric gummy
candy selama 30 hari. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap
(RAL). Variabel yang diukur pada penelitian ini, antara lain diameter sel hepatosit,
diameter lobulus hepar, serta rasio bobot hepar terhadap bobot tubuh tikus putih.
Data yang diperoleh dianalisis menggunakan Analysis of Variance (ANOVA) pada
taraf signifikansi 5% dan dilanjutkan dengan uji Duncan dengan taraf signifikansi
5%. Hasil analisis data menunjukkan bahwa pemberian turmeric gummy candy
memberikan pengaruh yang berbeda nyata terhadap diameter sel hepatosit dan
diameter lobulus hepar, tetapi tidak berbeda nyata pada rasio bobot hepar terhadap
bobot tubuh tikus putih. Simpulan penelitian ini yaitu pemberian turmeric gummy
candy berpotensi mengakibatkan perubahan struktur mikroanatomi hepar tikus
putih.
Kata kunci: kurkumin, hepatosit, lobulus hepar
| 1797B2023 | 1797 B 2023 | Perpustakaan FSM Undip | Tersedia |
Tidak tersedia versi lain