Text
Pemetaan Kerawanan Banjir Rob Menggunakan Metode Skoring dengan Teknik Overlay Berbasis Sistem Informasi Geografis (Studi Kasus Pesisir Kota Semarang)
Kota Semarang merupakan salah satu kota yang sering terkena dampak dari
banjir rob. Banjir rob dapat terjadi karena adanya interaksi antara pasang surut air
laut dengan kondisi topografi dan kemiringan lereng di sekitarnya.Tujuan dari
penelitian ini adalah untuk melakukan pemetaan tingkat kerawanan terhadap banjir
rob dengan metode overlay menggunakan skoring. Metode skoring digunakan
untuk menentukan tingkat kerawanan banjir rob berdasarkan parameter-parameter
seperti ketinggian lahan, kemiringan lereng, jarak dari pantai, dan penggunaan
lahan. Bobot diberikan sesuai dengan klasifikasi masing-masing parameter yang
kemudian akan dilakukan overlay menggunakan software ArcGIS. Hasil pemetaan
ini berupa peta kerawanan banjir rob. Wilayah dengan tingkat kerawanan tinggi
mencakup 2779,50 ha (32,33%), sedangkan wilayah dengan tingkat kerawanan
cukup rawan mencakup 4817,75 ha (56,03%). Terdapat pula luasan wilayah pesisir
Kota Semarang yang tidak rawan terhadap banjir rob, dengan luas 1000,46 ha
(11,64%). Berdasarkan penelitian, Kecamatan Tugu dan Genuk menjadi kecamatan
di wilayah pesisir Kota Semarang yang memiliki tingkat kerawanan tinggi terhadap
banjir rob. Kemiringan lereng menjadi faktor utama penyebab terjadinya banjir rob,
karena memiliki bobot yang besar dan sebaran kemiringan lereng pada daerah
tersebut ke dalam kategori landai. Penelitian ini dapat digunakan untuk mendukung
pengambilan keputusan dan kebijakan yang tepat, serta mengurangi dampak
kerusakan dan kerugian akibat banjir rob di Kota Semarang.
Kata kunci: Kota Semarang, Banjir Rob, Kerawanan, Pemetaan, Overlay, Skoring.
| 1782D2023 | 1782 D 2023 | Perpustakaan FSM Undip | Tersedia |
Tidak tersedia versi lain