Text
Optimasi Pengklasteran Menggunakan Fuzzy C-Means Pada Peserta Imunisasi Rutin Di Provinsi Jawa Tengah
Pembangunan kesehatan bertujuan untuk meningkatkan kemampuan hidup sehat bagi
masyarakat. Program kesehatan, khususnya imunisasi terkena dampak penyebaran Covid-19.
Di Jawa Tengah cakupan imunisasi rutin bayi dibawah 5 tahun menjadi rendah, sehingga dapat
meningkatkan risiko terjadinya kejadian luar biasa. Tujuan penelitian ini adalah memberikan
hasil pengelompokan cakupan imunisasi yang tersebar tidak teratur dan mengetahui wilayah
yang memerlukan perhatian lebih dalam peningkatan pelayanannya. Metode pembentukan
cluster yang digunakan adalah Fuzzy C-Means Clustering yang merupakan teknik
pengelompokan untuk menentukan anggota cluster berdasarkan derajat keanggotaannya
dimana nilai awal dibangkitkan secara acak sehingga terjadi optimum lokal, maka digunakan
validasi Silhouette Coefficient dan Davies Bouldin Index untuk memperoleh cluster optimal.
Hasil pengelompokan 35 Kabupaten/Kota di Jawa Tengah menunjukkan bahwa jumlah cluster
optimal yaitu 3 cluster menggunakan jarak euclidean dimana nilai Silhouette Coefficient
tertinggi sebesar 0,5847 dan Davies Bouldin Index terendah sebesar 0,7785. Persebaran
imunisasi rutin di Provinsi Jawa Tengah tahun 2021 sudah cukup baik, namun persebaran
vaksin campak antar Kabupaten atau Kota di Provinsi Jawa Tengah belum merata dan masih
tergolong rendah.
Kata kunci: Imunisasi, Clustering, Fuzzy C-Means, Silhouette Coefficient, Davies Bouldin
Index
| 1108E2023 | 1108 E 2023 | Perpustakaan FSM Undip | Tersedia |
Tidak tersedia versi lain