Text
Struktur Komunitas Fitoplankton, Indeks Saprobik, dan Indeks Diatom di Hilir Sungai Tuntang, Demak, Jawa Tengah
Hilir sungai merupakan tempat akumulasi polutan dari sungai bagian hulu, tengah,
dan hilir. Begitu tingginya aktivitas pertanian, peternakan, pemukiman, dan
perikanan di Kabupaten Demak berpotensi menambah beban polutan ke sungai
sehingga mempengaruhi kualitas perairan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji
struktur komunitas fitoplankton berdasarkan kemelimpahan, indeks
keanekaragaman, indeks dominansi, dan indeks kemerataan serta mengkaji kualitas
perairan berdasarkan indeks saprobik dan indeks diatom (Bacillariophyta).
Penentuan lokasi penelitian menggunakan metode purposive random sampling.
Pengambilan sampel fitoplankton dilakukan secara vertikal dengan interval
kedalaman yaitu 1 meter hingga ke dasar perairan sungai. Pengamatan, identifikasi
dan analisis data dilaksanakan di Laboratorium Terintegrasi Lanjut Gedung Acintya
Prasada, Universitas Diponegoro. Sampel air diamati menggunakan student
microscope dengan perbesaran 100x. Fitoplankton yang berhasil diamati
diidentifikasi menggunakan website Algaebase.org. Analisis data Fitoplankton
dilakukan dengan menggunakan PAST 4.10 dan OMNIDIA. Fitoplankton yang
ditemukan di hilir Sungai Tuntang yaitu 60 spesies yang terdiri dari 45 spesies dari
divisi Bacillariophyta, 5 spesies dari divisi Cyanophyta, dan 13 spesies dari divisi
Chlorophyta. Indeks Keanekaragaman (H’) berkisar antara 1,094-2,53 sehingga
memiliki keanekaragaman jenis rendah hingga sedang. Indeks kemerataan (E)
berkisar antara 0,11-0,64 yang menandakan kemerataan antar individu yang rendah
kecuali pada kedalaman 0 cm (0,523) dan 50 cm (0,641) pada stasiun 4 yang
memiliki kemerataan antar individu yang tinggi. Indeks dominansi (D) berkisar
antara 0,09-0,63 yang berarti dominansi yang rendah atau tidak ada dominansi
spesies kecuali pada stasiun 1 kedalaman 0 cm (0,602), stasiun 2 kedalaman 50 cm
(0,533), dan stasiun 3 kedalaman 300 cm (0,63) dengan kategori dominansi cukup
tinggi dimana Aulacoseira granulata banyak ditemukan. Nilai indeks saprobik
memiliki kisaran nilai +0,17 hingga +0,82 sehingga memiliki tingkat pencemaran
yang rendah dengan bahan pencemar berupa bahan organik dan anorganik, kecuali
pada stasiun 4 kedalaman 0 cm, stasiun 3 kedalaman 100 cm dan 300 cm yang
memiliki tingkat pencemaran yang sedang. Berdasarkan indeks diatom, perairan di
hilir DAS Tuntang dalam kondisi mesotrofik pada stasiun 3 kedalaman 300 cm
hingga eutrofik pada stasiun 1, stasiun 2, stasiun 4, dan stasiun 3 pada kedalaman
1-200 cm.
Kata Kunci: Sungai Tuntang, Fitoplankton, Kualitas Perairan, Indeks Saprobik, Indeks Diatom
| 1778B2023 | 1778 B 2023 | Perpustakaan FSM Undip | Tersedia |
Tidak tersedia versi lain