Text
Histopatologi Arteri Koronaria Tikus Putih Jantan yang Diberi Pakan Tinggi Lemak dan Paparan Ekstrak Etanol Biji Mahoni
Penyakit jantung koroner disebabkan oleh plak yang menumpuk (aterosklerosis)
pada arteri koronaria. Aterosklerosis terjadi apabila kadar kolesterol melebihi batas
normal. Kadar kolesterol tinggi dipicu oleh seringnya mengonsumsi makanan
tinggi lemak. Penggunaan minyak jelantah berulang kali dapat menghasilkan
radikal bebas dan meningkatkan stres oksidatif. Radikal bebas dapat meningkatkan
kadar LDL dan memicu terbentuknya aterosklerosis. Biji mahoni mengandung
alkaloid, flavonoid, tanin, polifenol dan terpenoid yang berpotensi sebagai
antioksidan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh
ekstrak etanol biji mahoni serta mengetahui perbedaan pemberian beberapa dosis
ekstrak biji mahoni terhadap histopatologi arteri koronaria tikus putih yang diberi
pakan tinggi lemak yang diamati melalui parameter diameter lumen dan tebal
dinding arteri koronaria. Tikus yang digunakan dalam penelitian ini yaitu tikus
putih jantan galur Sprague-Dawley usia 2 bulan dan bobot rata-rata 200g. Penelitian
ini menggunakan rancangan acak lengkap dengan 6 perlakuan dan 5 ulangan (P0:
pakan standar, P1: pakan tinggi lemak dan kuning telur bebek per oral 2,5
ml/200gBB, P2: P1+ 8 mg/200gBB simvastatin dalam 1 ml akuades, P3: P1+ 14
mg/200gBB ekstrak etanol biji mahoni, P4: P1+14 mg/200gBB ekstrak etanol biji
mahoni, P5: P1+14 mg/200gBB ekstrak etanol biji mahoni). Hasil analisis
didapatkan bahwa ekstrak etanol biji mahoni berpengaruh signifikan terhadap tebal
dinding dan diameter lumen arteri koronaria, namun tidak berpengaruh signifikan
terhadap bobot jantung tikus. Kesimpulan penelitian ini yaitu ekstrak etanol biji
mahoni dapat mencegah risiko aterosklerosis dan jantung koroner dengan dosis
optimal 56 mg/200gBB.
Kata Kunci: Arteri koronaria, Aterosklerosis, Biji mahoni, Pakan tinggi lemak
| 1765B2023 | 1765 B 2023 | Perpustakaan FSM Undip | Tersedia |
Tidak tersedia versi lain