Text
Kajian Ozon yang Dihasilkan oleh Elektrode Dalam dari Reaktor Plasma Berpenghalang Dielektrik dan Aplikasinya pada Penyimpanan Telur Bebek
Ozon merupakan zat pengoksidasi yang kuat sehingga banyak dimanfaatkan dan
ramah lingkungan karena tidak meninggalkan residu. Banyak hal yang
mempengaruhi produksi ozon mulai dari laju alir udara yang masuk, tegangan dan
frekuensi yang digunakan. Salah satu pemanfaatan ozon yaitu bisa digunakan untuk
memperpanjang masa simpan telur bebek. Pada penelitian ini pembangkitan ozon
memanfaatkan plasma yang dibangkitkan menggunakan reaktor pembangkit
berpenghalang dielektrik dalam, dengan memvariasikan nilai tegangan, dan
frekuensi reaktor serta laju alir udara yang digunakan untuk mendapatkan
konfigurasi reaktor yang efektif untuk memproduksi ozon. Konfigurasi yang
didapatkan kemudian digunakan untuk megozonasi telur bebek dengan
memvariasikan waktu paparan, yaitu selama 4 dan 8 menit dan disimpan selama 7
minggu. Hasil yang didapatkan dari produksi ozon, yaitu ozon akan diproduksi
secara maksimal apabila reaktor telah mencapai frekuensi resonansi. Dari penelitian
didapatkan bahwa pada pada frekuensi 230 Hz dan 6 L/menit, reaktor mencapai
frekuensi resonansi. Sedangkan untuk pengawetan telur bebek untuk 8 mg/L paling
efektif untuk mengawetkan adalah pada 8 menit.Nilai konsentrasi dan kapasitas dari
produksi ozon yang dihasilkan sebanding dengan besar tegangan yang digunakan
begitu pula terhadap flowrate, nilai kapasitas akan sebanding dengan laju alir yang
digunakan, namun untuk konsentrasi berbanding terbalik.Sedangkan konsentrasi
ozon dan kapasitas akan naik seiring dengan bertambahnya frekuensi hingga
mencapai puncak dan kemudian menurun. Penggunaan ozon selama 8 menit dengan
konsentrasi 8 mg/L dapat memperpanjang waktu simpan telur bebek selama 1-2
minggu.
Kata Kunci : Telur bebek, ozon. Plasma, DBD, HU, Yi, AI, pH, Bobot Susut,
Konsentras Ozon, Kapasitas Reaktor, Frekuensi Resonansi
| 1715D2023 | 1715 D 2023 | Perpustakaan FSM Undip | Tersedia |
Tidak tersedia versi lain