berbeda cukup merata dengan nilai indeks perataan antara 0,84-0,94. Kekayaan
pada ketinggian yang berbeda di zona tropik menunjukkan kesamaan pola yang
bersifat fluktuatif. Kelompok taksa yang berperan sebagai predator merupakan
senyawa SiO2 yakni 8% untuk 5% polydimetilsiloksan dan 21% untuk 10%
polydimetilsiloksan pada katalis A. Sementara katalis B sebesar 4% untuk 5%
polydimetilsiloksan dan 10% polydimetilsiloksan. Analisa TPR tampak bahwa suhu
dan B meningkat akibat adsorpsi senyawa SiO2. Katalis A lebih stabil terhadap efek
dekomposisi polydimetilsiloksan daripada katalis B. Perubahan struktur permukaan
katalis diduga disebabkan adanya pembentukan ikatan kovalen antara
heksametildisiloksan dengan gugus silanol.